Asasunnajah header

Benarkah Kurang Kasih Sayang Bisa Akibatkan Depresi?

19 komentar
kurang kasih sayang akibatkan depresi

Assalamu'alaikum wr.wb. Apa kabar readers? Semoga selalu dalam keadaan sehat ya. Setelah beberapa hari tak muncul, kali ini aku kembali lagi dengan membawa pertanyaan. Benarkah kurang kasih sayang bisa akibatkan depresi? 
Teman-teman masih ingat berita tentang pembunuhan sadis yang dilakukan oleh seorang remaja terhadap balita? Atau berita tentang pembunuhan seorang ibu terhadap anaknya? 
Aduh .. miris sekali ya mengingatnya. Apapun motif dibalik pembunuhan itu, tindakan pelaku tersebut merupakan bagian dari gangguan kesehatan mental yang akut. Konon gangguan kesehatan mental dipicu oleh kurangnya pasokan kasih sayang. Percaya atau tidak mari kita kenali kebutuhan dasar manusia.

Kebutuhan Dasar Manusia

Seorang teoretikus dan psikolog, Abraham Maslow pada tahun 1943 memperkenalkan teori tentang hierarki kebutuhan dasar manusia. Dimana manusia memiliki lima tingkat kebutuhan dasar yaitu kebutuhan fisiologis, keamanan-keselamatan, kasih sayang-rasa memiliki, penghargaan, dan aktualisasi diri.
Pada hakikatnya, setiap manusia memiliki kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar kehidupan dapat berjalan dengan baik.  Dalam laman sehatq.com lima kebutuhan dasar diatas dijelaskan seperti berikut :
  • Kebutuhan fisiologis (physiological needs)
Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan paling dasar untuk dipenuhi karena meliputi hal-hal yang vital bagi kelangsungan hidup. Yang termasuk ke dalam kebutuhan fisiologis yaitu makan, minum, tidur, dan bernapas. Selain pemenuhan nutrisi, kebutuhan fisiologis juga mencakup pakaian, tempat tinggal, dan kehangatan. Maslow juga memasukkan reproduksi seksual pada tingkat ini. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka tubuh manusia tidak dapat berfungsi secara optimal. 
  • Kebutuhan keamanan dan keselamatan (security and safety needs)
Pada tingkat kedua ini, kebutuhan menjadi sedikit lebih kompleks, di mana kebutuhan akan rasa aman dan keselamatan menjadi yang utama. Manusia ingin suatu kontrol dan ketertiban dalam hidupnya. Beberapa kebutuhan dasar manusia akan rasa aman dan keselamatan, yaitu keamanan keuangan, kesehatan dan kebugaran serta keamanan dari kecelakaan dan cedera. Manusia pun akan termotivasi dan melakukan tindakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, misalnya dengan bekerja, menabung, pindah ke lingkungan yang lebih aman, dan lainnya.
  • Kebutuhan kasih sayang dan rasa memiliki (love and belongingness needs)
Setelah kedua kebutuhan dasar manusia tersebut terpenuhi, maka munculah kebutuhan akan kasih sayang dan rasa memiliki. Ini berkaitan dengan hal-hal tertentu, seperti persahabatan, keintiman, kepercayaan, penerimaan, serta memberi dan menerima kasih sayang. Dalam memenuhi kebutuhan ini, manusia akan terlibat dalam pertemanan, hubungan romantis, keluarga, kelompok sosial, dan lainnya. Penting bagi manusia untuk merasa dicintai dan diterima oleh orang lain untuk menghindari berbagai masalah, seperti kesepian, depresi dan kecemasan.
  • Kebutuhan penghargaan (esteem needs)
Pada tingkat keempat ini, manusia memiliki kebutuhan akan penghargaan dan rasa hormat. Setelah ketiga kebutuhan sebelumnya terpenuhi, maka kebutuhan akan harga diri ini memainkan peran yang lebih menonjol untuk memotivasi perilaku manusia. Maslow membagi tingkat ini menjadi dua kategori, yaitu kebutuhan harga diri yang berkaitan dengan martabat, prestasi, penguasaan, dan kemandirian. Kemudian, kebutuhan rasa hormat dari orang lain yang berkaitan dengan status, atensi, dan reputasi. Orang yang mampu memenuhi kebutuhan ini cenderung merasa yakin dengan kemampuannya sehingga memiliki harga diri yang baik dan mendapat penghormatan dari orang lain. Sementara, jika harga diri dan rasa hormat dari orang lain rendah, maka akan mengembangkan perasaan rendah diri.
  • Kebutuhan aktualisasi diri (self-actualization needs)
Kebutuhan aktualisasi diri berkaitan dengan keinginan untuk mewujudkan dan mengembangkan potensi dan bakat, mencari pertumbuhan diri dan pengalaman, serta untuk menjadi segala sesuatu yang diinginkan. Pada tingkat ini, manusia akan melakukan yang terbaik semampu mereka. Namun, terdapat pendapat yang mengatakan jika aktualisasi diri ini sulit dijelaskan secara ilmiah karena penelitiannya didasarkan pada individu yang sangat terbatas.

Ciri-Ciri  Depresi

Dijelaskan dalam kompas.com bahwa depresi adalah masalah kesehatan mental serius yang membuat perasaan seseorang menjadi negatif. Menurut American Psychiatric Association (APA), depresi dapat menyebabkan pengidapnya merasa sedih dan kehilangan minat pada banyak hal. Depresi juga dapat menyebabkan berbagai masalah emosional dan fisik, sehingga aktivitas sehari-hari jadi terganggu.
Gangguan kesehatan mental ini pun ternyata bisa menyerang siapa saja entah itu anak-anak, remaja, orang tua, hingga lansia. Bahkan bisa menyerang orang yang hidup dalam kondisi yang serba ideal sekalipun. Beberapa penyebab depresi diantaranya :
  • Biokimia atau masalah kimia di otak 
  • Genetika atau faktor keturunan dalam keluarga 
  • Faktor lingkungan karena seseorang terus menerus terpapar kekerasan, pelecehan, kemiskinan, atau stres tinggi.
Adapun gejala depresi bisa bervariasi, mulai dari tingkat ringan sampai berat tergantung derajat kondisi pengidap. Sedangkan ciri-ciri pengidap depresi bisa dilihat dari beberapa kebiasaan berikut ini :
  • Enggan keluar rumah
Seseorang yang mengidap depresi bisa malas keluar rumah selama berminggu-minggu bahkan hingga berbulan-bulan. Ada banyak alasan yang menyebabkan ia enggan keluar rumah. Bisa jadi karena membenci diri sendiri yang juga menjadikan krisis kepercayaan diri. Sehingga, timbul pemikiran setiap orang yang ditemui di luar juga bakal tidak suka pada pengidap depresi. Selain itu rasa lelah fisik yang akut bisa juga menjadi alasan.
  • Merasa bersalah setiap saat
Wajar bila setiap manusia memiliki rasa bersalah, apalagi jika memang betul-betul melakukan sebuah kesalahan. Namun menjadi tidak wajar bila merasa bersalah pada segala sesuatu. Apalagi hingga merasa bersalah pada kesalahan yang di luar kuasa seseorang. 
  • Malas menjaga kebersihan diri
Seseorang yang mengidap depresi biasanya merasa tidak berharga sehingga merasa tak perlu untuk menjaga kebersihan diri.
  • Malas beranjak dari tempat tidur
Orang normal dan sehat biasanya dalam sehari membutuhkan tidur selama delapan jam. Namun, bagi penderita depresi, delapan jam tidak cukup. Mereka butuh tidur sepanjang hari. Seringkali saat pengidap depresi bangun tidur, mereka merasa istirahatnya belum cukup. Mereka merasa tidak punya energi dan terus mengantuk.
  • Meyakini banyak orang membencinya
Penderita depresi memiliki pola pikir bahwa tidak orang lain yang menyukai mereka sehingga mereka membenci dirinya sendiri. 
  • Malas membersihkan tempat tinggal
Perasaan depresi menguras banyak energi emosional dan fisik, sehingga bersih-bersih tidak termasuk daftar prioritas untuk mendesak segera dikerjakan bagi pengidapnya.

Kesimpulan

Membaca uraian tentang lima kebutuhan dasar manusia diatas terjawablah sudah, bahwa setiap manusia berapapun usianya apapun status sosialnya bisa saja mengalami depresi jika ia kurang pasokan kasih sayang. So apapun posisi kita lebih-lebih dalam situasi yang tidak pasti seperti ini sebaiknya marilah kita tebarkan energi positif serta kasih sayang agar imunitas tubuh kuat dan terhindar dari depresi. 
Sekian .. 
Asasunnajah
Seorang ibu tiga anak yang sedang gemar belajar menulis dan berjualan online. _Salam silaturahim_

Related Posts

19 komentar

  1. Aku baca ini langsung mengulik diri sendiri. Jaman sekarang mental health emang musti dipelajari sekaligus healingnya :')

    BalasHapus
  2. Love esteem.. to ourselves. Penting ya buat kita terhindar dr mental health. Tulisannya padet mbakk.

    BalasHapus
  3. Ini bener banget sih mbaa... Kurang kasih sayang akan timbul rasa memendam perasaan nggak nyaman yang akan jadi potensi depresi... Huhhuuhh

    BalasHapus
  4. Tulisan ini serasa menusuk otakku. Seringkali bertanya-tanya dalam hati, cukupkah kasih sayangku untuk mereka yang kucintai? 😭

    BalasHapus
  5. Iyaa juga sihh yaa. Rata2 orang depresi pun dia juga merasa sendiri. Merasa ngga ada yg memperhatikan.

    BalasHapus
  6. minimal agar tidak kurang kasih sayang adalah dengan menyayangi diri sendiri :)

    BalasHapus
  7. Hidup memang harus bagi lahir dan batin yaaa..tak perlu mahal pun dengan car sederhana dapat memenuhi nya, sehingga berkurang kemungkinan depresi.

    BalasHapus
  8. Salah satu ciri depresi adalah nggak mau keluar rumah. Sedih sekali membayangkannya. Malah orang atau tetangga di sekitar seperti nggak tahu banyak akan keberadaan seseorang dengan depresi ini ya.

    BalasHapus
  9. Kok hampir semua ciri ciri depresi aku alamin yaaa, apakah sebenernya aku ini depresi??? Kayanya harus lebih perhatian sama diri sendiri nih

    BalasHapus
  10. Rasa-rasanya dikondisi pandemi gini mental health semakin rawan ya.
    Tanpa kita sadari dan berakhir malah membiarkan, jadinya beresiko juga.

    BalasHapus
  11. Paling banyak soal depresi nih karna masalah lingkungan.. Kadang tak disadari bullying dr kluarga terdekat pun juga bikin depresi.. Huhuu

    BalasHapus
  12. Kadangkala merasa kurang kasih sayang hanyalah sebuah perasaan yang dihasilkan dari overthinking, karena pada kenyataan mungkin sebenarnya kita tidak pernah kekurangan kasih sayang. Ada banyak orang disekeliling kita yang melimpahkan kasih sayang dan cinta mereka untuk kita dan harus disyukuri.

    BalasHapus
  13. bener juga sih, apalagi karakter org menhadapi suatu masalah beda2, ada yang cuek ada yang peka bgt, jadi masalah kasih sayang ini sensitif bgt bisa jadi pemicu depresi juga

    BalasHapus
  14. Bener ya mbak kebutuhan dasar harus dipenuhi dan belajar ikhlas sepetinya bisa menjadi solusi anti depresi

    BalasHapus
  15. tak akuin ini bener sekali ... dampaknya memang banyak sekali tidak hanya kurang kasih sayang tapi bisa diartikan semacam mengarah ke penghiatan juga tapi tergantung orangnya juga ... kadamg memang ada orang yg bener2 cuek bebek hehehe

    BalasHapus
  16. Aku masih tahap pernah stres tapi nggak sampe yang depresi banget. rekinder Banget artikelnya mba harus benar-benar jaga diri sendiri.

    BalasHapus
  17. Dulu saya pernah merasa hampir depresi ringan sejak masuk awal kuliah, dan alhamdulillah saya udah nggak pernah depresi lagi, paling tinggal merasa cemas dan stress sih akhir-akhir ini

    BalasHapus
  18. Kita memang harus mulai aware sama kesehatan mental. Karena sama aja seperti kesehatan fisik, kesehatan mental juga harus di jaga.

    BalasHapus
  19. penting ya sebetulnya kesehatan mental ini, bahkan kalau sampai terganggu bisa berakibat ke kesehatan fisik jg

    BalasHapus

Posting Komentar