Asasunnajah header

Pengalaman Mengatasi Batuk Pada Balita Tanpa Ke Dokter

17 komentar
Mengatasi batuk pada anak

Sampai pada day 15 ODOP tanggal 15 Januari yang lalu, entah kenapa aku merasa ide menulis begitu mampet nggak seperti biasanya. Kebetulan sekali saat itu tiga anak bergiliran kena serangan batuk Dimulai dari anak mbarep nampak gejala suara sedikit serak dan batuk ringan, dua hari pasca anak mbarep telah mendingan menyusul anak kedua kena serangan yang sama dengan gejala yang mirip. Anak kedua belum pulih benar, menyusul pula si bungsu. Sempurna sudah serangan batuk mendera anak-anak. 

Oke fix, kegiatan menulis sementara beralih ke anak-anak dulu sampai kondisi benar-benar kembali pulih. Aku pun berkomitmen untuk merawatnya di rumah saja semaksimal mungkin, mengingat situasi saat ini membuatku parno untuk sekedar memeriksakan ke dokter atau pusat kesehatan terdekat.

Dengan mengandalkan apapun yang bisa dijadikan pereda batuk di rumah alhamdulillah tak sampai seminggu anak-anak telah kembali pulih. 

The Power Of Air Putih Hangat

Saat itu aku hanya membatin tak berani sekedar nyeletuk dalam ucapan. Memperhatikan gejalanya, jangan-jangan ini adalah corona. Pasalnya batuk yang didera tak diiringi dengan hidung meler seperti biasanya, apalagi anak kedua sempat mengalami kehabisan suara. Jika aku membawanya ke pusat kesehatan bisa jadi akan pulang dengan membawa hasil positif. Karna itulah keparnoan akan corona membuatku komitmen untuk merawatnya di rumah semaksimal mungkin.

Seperti biasanya jurus andalanku adalah air putih hangat sebagaimana saat aku merasa tak nyaman dengan tenggorokan. Aku akan mengatasinya dengan guyuran air putih hangat untuk menghancurkan virus-virus yang menggerogoti tenggorokan. Dengan asupan air putih yang cukup juga bermanfaat untuk menghindari dehidrasi.

Karna aku telah merasakan akan kemanfaatan air putih hangat maka aku menerapkan jurus ini pada anak-anak. Pada mulanya anak-anak enggan untuk sekedar meneguk satu sendok bahkan berkali-kali menolak, namun dengan segala bujuk rayu akhirnya sedikit demi sedikit anak-anak mau meneguk air putih hangat. 

Malam-malam tentu saja dilalui dengan kegelisahan dan susah tidur lantaran serangan batuk yang mendera, membuatnya selalu terjaga berkali-kali. Saat itu pula kupaksa untuk mau meneguk barang sesendok air putih hangat. 

Mandi Air Hangat/ Berjemur

Selain rutin memberinya air putih hangat pagi, siang dan malam atau setelah makan tak lupa aku tidak melewatkan moment mandi pagi dan sore dengan air hangat yang kuberi sesendok garam. Dengan berendam air hangat setidaknya badan akan terasa relaks dan nyaman. Dengan begitu malamnya anak-anak akan kembali tidur dengan lelap.

Berhubung saat itu cuaca sedang sulit mencari sinar matahari yang cerah untuk berjemur di pagi hari, maka mandi air hangat ini sebagai alternatif pengganti berjemur agar tetap merasakan kehangatan.

Cukup Asupan Makanan

Selanjutnya aku pastikan anak-anak cukup asupan makanan agar daya tubuh kuat menghadapi serangan penyakit. Meskipun pada saat batuk biasanya nafsu makan anak berkurang, namun sebisa mungkin mencari alternatif asupan makanan. Setidaknya anak-anak tetap kemasukan makanan.  

Sirup Obat Batuk Anak

Dan ini adalah jurus terakhir ketika malam anak-anak masih belum bisa tidur dengan nyenyak oleh batuk. Jurus terakhirnya suami membelikan sirup obat batuk di apotik. Seperti biasa untuk meminumkan obat pun butuh rayuan ekstra lantaran anak-anak tipe susah diajak minum obat. Alhamdulillah setelah melewati diplomasi yang alot akhirnya anak kedua yang berusia tiga tahun mau juga meneguk sirupnya. Efek samping obat ini cukup membantu anak-anak bisa tidur dengan tenang. 

Penutup

Alhamdulillah dengan keyakinan yang mantap, disisi lain anak-anak juga basicnya tidak memiliki riwayat penyakit serius lain sehingga bisa menghadapi masa pesakitan anak tanpa ke dokter. Dan alhamdulillah tak sampai lebih dari seminggu mereka sudah kembali sehat. Tak lupa selain ikhtiar maksimal diatas tak henti-hentinya lisan ini merapal do'a untuk kesembuhan mereka tentunya. Itulah jurus andalanku saat menghadapi anak melewati masa serangan batuk, mudah-mudahan pengalaman ini ada manfaatnya.

Kalau teman-teman bagaimana?





Asasunnajah
Seorang ibu tiga anak yang sedang gemar belajar menulis dan berjualan online. _Salam silaturahim_

Related Posts

17 komentar

  1. Iya iya betul. Memang lagi rawan deh batuk nih apalagi musimnya coronces gini. Kata orang (bercandaannya), kentut lebih terhormat dari bersin dan batuk. Padahalkan batuk banyak faktornya. Dan tips ini oke banget dicoba. Makasih ya mom

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mom sama-sama semoga keluarga sehat selalu ya ..

      Hapus
  2. Penyakit ringan yg paling bikin ga tega itu batuk (tambah pilek). Kemarin anak-anakku juga demam mba. Parno ya pandemi gini mau ke ke askes :( tips2nya terimakasih ya...

    BalasHapus
  3. Setuju banget kak. Emang asupan makanan ini emang penting banget biar antibodinya juga kuattt. Makanya streess deh aku kalo anak gamau makan tuhh

    BalasHapus
  4. aku juga sukanya ngejemur kafa waktu bayi, tapi kadang2 pakai transpulmin untuk meredakan dahaknya (sejenis salep gitu mom di balurin di dada)

    BalasHapus
  5. Nahla juga lagi batuk nih, kukasih amdu dan banyakin buah dan minum madu 3x sehari aja sih, alhamdulillah reda. Memang lg rawan ya karena musim penghujan ini

    BalasHapus
  6. Aku pun termasuk yang jarang ke dokter untuk batuk anak. Soalnya ke dokter juga biasanya bakal diajak belajar lagi bahwa batuk sebenernya bukan buat dilawan, karena itu justru mekanisme alami tubuh biar benda asing dibuang (termasuk virus yang memancing dahak biar berproduksi biar bisa dikeluarkan). Toh, obat batuk juga di kemasannya biasanya tertulis meredakan gejala, bukan menyembuhkan.

    BalasHapus
  7. Anakku juga lagi ada gejala mau batuk-batuk nih kak.. alhamdulillah baca artikel ini.. coba aku peraktekin juga ke anakku . Terimakasih banyak ya kak ....

    BalasHapus
  8. Sepanjang pandemi, kalau di rumah ada yang batuk itu langsung tingkat deg2annya naik berkali-kali lipat. Khawatir kalau kena corona. Memang hal pertama, harus stay calm dulu ya, biar nggak over thinking.

    Btw, aku kalau batuk juga suka minum air putih hangat. Jangan lupa madu dan probiotik untuk tingkatkan imun anggota keluarga :)

    BalasHapus
  9. Selama ini saya selalu langsung kasih obat karena gak tega rasanya. Next saya coba ya kakak

    BalasHapus
  10. Kalo temenku pernah kasih saran untuk minumin rebusan air daun saga, anaknya berhasil pake itu. Kalo aku belom pernah coba

    BalasHapus
  11. Tipsnya kece banget ya mom ... apa lagi seorang mom kudu wajib belajar pertolongan pertama tanpa harus ke dokter yaaa

    BalasHapus
  12. Kalau batuk memang cukup lama pengobatannya ya. Berbeda dengan pilek biasanya lebih cepat sembuh. Nah, minum air hangat juga anakku belum bisa. Perlu belajar diplomasi kayak Mbak hihi

    BalasHapus
  13. yang pernah kubaca juga mbak ulfa, bahwa batuk itu bukan sakit tapi respon tubuh ngeluarin sesuatu. memang the power air putih anget itu nomer wahid ya

    BalasHapus
  14. Pelajaran bagus buat lajang sepertiku mkwkwkw. Tapi memang kalau lihat anak kecil batuk gitu bawaannya kasihan, sebagai orangtua memang harus responsif ya. Noted kak untuk ilmunya.

    BalasHapus
  15. Saat hujan seperti ini emang rawan banget untuk batuk bund. Aku yang sudah dewasa juga sering banget kena batuk plus hidung meler. Terima kasih tipsnya bund semuanya sudah saya coba kecualii berjemur karena hujan terus di daerah saya ehehehe

    BalasHapus
  16. Paling nggak tega kalau anak batuk-batuk. Kita yang dewasa aja kadang suka nggak nysman banget kan? Thanks tipsnya mbak

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email