Asasunnajah header

Jurus Jitu Jualan dengan Teknik Covert Selling

21 komentar

Hai guys, assalamu'alaikum wr wb. Senang sekali bisa menyapa kalian kembali. Malam ini aku baru saja mengikuti training Jurus Jitu Jualan dengan Teknik Covert Selling yang diselenggarakan oleh team Dproject.id. Dan pemateri kali ini adalah mentor bisnis kondang Mbak Resti Hardiyanti.

Biar ilmunya nggak nguap begitu aja, so aku ikat disini dan kubagikan untuk kalian supaya lebih bermanfaat. Fyi ini adalah ke-sekian kalinya aku belajar covert selling, tapi baru malam ini aku tergerak untuk mencatatnya. 



Jualan dengan Teknik Covert Selling


Jualan dengan Teknik Covert Selling

Btw kalian yang telah lama berkecimpung dalam dunia online marketer pastinya sudah nggak asing dengan istilah covert selling bukan? Tapi bagi teman-teman yang masih asing dengan istilah ini bolehlah kita simak materi seputar covert selling.

Dalam sebuah survey yang diadakan di kelas 87% orang-orang tidak suka melihat status teman mayanya yang berisi jualan semua. 94% orang lebih suka membaca cerita atau pengalaman sehari-hari  ketimbang info produk jualan. Dan 62% saat berjualan lebih suka mengajak interaksi ketimbang ngajak membeli. 

Melihat hasil survey yang demikian, ini menunjukkan bahwa covert selling cukup penting dipelajari sebagai sarana berjualan. Setuju nggak guys?


Covert Selling



Pengertian Covert Selling


Mengingat pentingnya belajar covert selling apalagi bagi kalian yang telah bergelut dengan dunia online marketer, so kita kupas dulu pengertiannya. Covert Selling adalah bahasa inggris yang tersusun dari dua kata, jika diterjemahkan perkata yakni covert (tersembunyi, samar, terselubung) sementara selling (menjual). Adapun pengertian simpelnya adalah menjual barang dengan samar atau terselubung nggak terang-terangan. Jualan tapi nggak nampak kalau kita lagi jualan.

Apa bedanya dengan jualan pada umumnya?

Menurut Mbak Resti lagi, bedanya adalah dalam covert selling ini yang ditonjolkan informasi bukan jualannnya.


STRATEGI MENJUAL

Dalam penjualan, ada banyak teknik yang bisa kita gunakan, diantaranya:

1. Hard selling

Menjual secara langsung, to the point ke produk, memberikan informasi lengkap terkait produk yang dijual, dan ada "ajakan langsung untuk membeli produk".

Contoh:

"Baju gamis busui friendly, bahan cerruti premium anti kusut, tersedia 10 pilihan warna dan pilihan ukuran mulai dari XS hingga XXL.

Harga gamis set kerudung: 800.000
Gamis only: 650.000

Yuk, pre order sekarang sebelum kuota pemesanan full.."


2. Soft selling


Menjual secara lembut, natural melalui cerita dan kalimat informasi lainnya tanpa terlihat seperti berjualan, tidak menyebutkan harga, info kontak, maupun ajakan untuk membeli. Jikapun disebutkan, itu hanya bagian dari cerita.

Nah, Covert selling adalah salah satu bentuk dari soft selling ini..

Contoh:

"Beberapa waktu lalu, sepupuku menikah. Seneng banget dengernya karena akhirnya dia bertemu dengan jodoh impiannya. Tapi, di saat yang sama juga aku merasa kaget, karena dia mengirimkan undangan tepat 2 jam sebelum acara dimulai.

Auto panik kaan... mana baju belum disetrika, belum dandan, belum pesan taksi online.. duh.. rasanya panik. Tapi inget kalau di jemuran ada baju dari @tokoXYZ. Alhamdulillah udah rapih meski belum disetrika. Buru-buru dandan dan pesan taksi online..

Setelah dinanti, tiba2 yang datang ojek. Waduh!! Salah pesan.. 🤦🏻‍♀️ daripada telat, jadilah berangkat naik ojek. Dalam hati, khawatir banget baju bakal kusut.. eeeh pas sampai di lokasi, turun ojek, happy banget dong karena bajunya masih rapih ala princesss..

Bersyukur banget, hari itu tertolong sama gamis antikusutnya @tokoXYZ. Dan dengan segala kegercepan, aku bisa hadir di acara pernikahan sepupuku tepat waktu 😍
Perjuangan, memang. ❤️

Ada yang pernah ngalamin juga??"


Dari contoh diatas kalian bisa ya  membedakan gimana rasanya antara soft selling dengan hard selling? Pastinya lebih lembut yang covert selling dong. 

Lalu gimana cara membuat konten iklan yang covert banget?

Prinsip Covert Selling





Dalam membuat konten iklan yang covert selling teman-teman harus ketahui 3 prinsip dasar berikut :

1.Curiosity (Penasaran)

Buatlah agar pembaca merasa penasaran dengan "produk" yang kita mention. Caranya? Jangan jelaskan terlalu detail.

2. Ambiguity (makna ganda)

Pilihlah kata-kata yang bermakna banyak dan tidak jelas ukurannya..

Misal : Laris, banyak, paling digemari, dll..
Laris = tidak jelas berapanya, yang pasti ada yang beli
Banyak = tidak jelas berapa jumlahnya, karena ukuran banyak sedikitnya seseorang itu relatif
Paling digemari = tidak jelas digemari oleh siapa, oleh diri kita sendiri pun bisa

Tapi perlu diingat: ambigu itu bukan berbohong ya. Tetaplah jaga kejujuran dalam makna ganda tersebut.

3. Emotionally (melibatkan emosional)

Usahakan informasi/cerita yang disampaikan ada kaitannya dengan emosi tertentu, agar perasaan pembaca ikut serta di dalamnya. 

Hal-Hal Yang Perlu Dilakukan dan Dihindari dalam Covert Selling


Hal yang perlu dilakukan dan dihindari dalam covert selling



Kalian sudah nggak sabar untuk praktik bikin konten promo yang covert? Sebaiknya perhatikan dulu hal-hal yang perlu dilakukan dan dihindari dalam covert selling diatas. Lalu muncul pertanyaan. Kalau nggak boleh menyebutkan harga, info kontak dan ngajak beli lalu apa dong tujuan covert selling ini?

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa dalam covert selling selain lebih menonjolkan informasi tujuan utamanya adalah menciptakan interaksi. Ketika insteraksi tercipta maka akan menimbulkan TRUST atau kepercayaan audiens yang selanjutnya akan melahirkan sebuah rasa ingin tahu dari calon pelanggan. 

Ketika kepercayaan calon pelanggan sudah terbangun maka dengan sendirinya dia akan mencari tahu tentang produk yang kita jual dan saat itulah peluang closing datang.

Jangan kaget memang ada proses panjang untuk menuju closing ya guys. 





Tapi, selain melatih kesabaran konon kabar baiknya covert selling ini memungkinkan lebih banyak yang membaca iklan kita. Itu artinya kemungkinan closing lebih banyak ketimbang hard selling yang iklannya lebih banyak diskip. Iya nggak?

Praktik Membuat Iklan Covert Selling


Nah sekarang teman-teman boleh praktik membuat iklan covert selling dagangan kalian ya guys. Untuk membuat kontennya silakan perhatikan 5 cara praktis menggunakan covert selling. Berikut contoh yang dikasih oleh Mbak Resti, kalian bisa nyontek cara ini guys 

Meski tidak terbiasa menulis, tidak bisa bercerita, PERCAYALAH: setiap orang pasti bisa CURHAT (terutama para bunda 🙈) maka, kita bisa manfaatkan kelebihan itu untuk mendukung bisnis kita.. 💪🏼

1. CERITAKAN ALASAN

Tau gak sih, kenapa aku pilih ......
Kalau inget pertama kalinya .....
Salah satu alasan kenapa .....


2. BERIKAN INFORMASI BERMANFAAT

- Tips-tips sehari-hari
- Pengetahuan umum
- Fakta menarik


3. BUAT ORANG SALFOK (Salah Fokus) SECARA VISUAL

Jadi, ketika kita pasang foto terkait kegiatan sehari-hari, usahakan ada produk kita di dalam foto yang cukup bikin orang jadi gagal fokus. Tapi cukup di foto saja, boleh di tag, tapi tidak perlu diceritakan di captionnya.
Ini kemungkinan akan bikin orang mampir ke toko.


4. CERITAKAN PENGALAMAN BERHIKMAH

Silahkan curhat kejadian yang kurang mengenakkan (tentunya yang ada kaitan dengan jualan/bisnis kita), TAPI DITUTUP DENGAN HIKMAH yang bisa dipetik..


5. CERITAKAN PENGALAMAN LUCU/MENGHIBUR

Dalam perjalanan bisnis atau pengalaman berkaitan dengan produk, pastinya ada pengalaman lucu yang pernah dialami. Silahkan teman-teman ceritakan pengalaman tersebut jangan lupa selipkan "iklan terselubung" nya 😆

Dari kelimanya, pesan Mbak Resti jangan lupa untuk mention produk/akun jualan secara sekilas ya guys.

Penutup


Sebagai penutup, ada pesan dari Mbak Resti dalam praktik covert selling nih guys "BERJENDRAL"

Apa itu?

1.Berlatih

Sering2lah membuat iklan dengan 5 cara tadi, dan ketika bercerita, latih agar bisa sering2 "mention" jualan kita secara sekilas. Karena, Closing akan terjadi ketika kita terus berlatih 😀 insyaaAllah


2. Jadilah endorser untuk produkmu sendiri

Caranya? Pisahkan antara lapak jualan dan lapak pribadi (terutama bagi kalian yang berjualan di IG).
Anggaplah kalian adalah artis yang dibayar untuk mengiklankan toko anda sendiri.😎


3. Gunakan "Rasa" luaskan niat.

Saat menulis, libatkan hati, jujurlah dalam bercerita, sampaikan apa yang ada di hati karena:

"Apa yang keluar dari hati, akan sampai ke hati".

Dan luaskan niat, jangan mau rugi! Ketika kita beriklan dan niatnya untuk dapat uang, maka uang lah yang akan kita dapat. Tapi ketika kita beriklan lalu meniatkan untuk bisa dapat uang, berbagi ilmu, mengumpulkan amal jariyah, menghibur orang, disenangi orang, maka itu juga yang akan didapat. Mantap ya pesan Mbak Resti.

Ok guys, sedikit ulasan tentang jualan dengan teknik covert selling ini semoga bermanfaat. See you and Wassalamualaikum wr.wb.

Asasunnajah
Seorang ibu tiga anak yang sedang gemar belajar menulis dan berjualan online. _Salam silaturahim_

Related Posts

21 komentar

  1. mantap ni kak tipsnya, semoga aku bisa percaya diri mengendorse website ku sendiri, seperti aku mempromokan punya teman2 yang lain

    BalasHapus
  2. ini nih bahasa-bahasa yang sering aku pake waktu jualan online, hihi..
    memang ngaruh banget sih ya cuma dari bahasa aja. daya tariknya lebih kuat aja gitu.

    Kita sebagai blogger, personal branding juga bisa banget nih di terapkan, hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah ternyata pernah jualan online juga ya, sekarang masih jualan nggak mbak?

      Hapus
  3. wah penting nih tipsnya bagi temen2 yang mau jualan. karena sebagai netizen kita juga udah bosen melihat hard selling ya..story telling dan soft selling skrg penting bgt

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih, jualan kalau hard sell rawan skip iklannya, hihi

      Hapus
  4. Wuih aku dlu pernah juga diajari ilmu covert selling mbak nafis, pernah kan jualan online, memang ngena banget ya jualan yg covert dibanding hard selling. Dan sekarang masih kepake juga memang bukan produk barang tapi produk tulisan mbak nafis yang ku jual

    BalasHapus
    Balasan
    1. asyik ya .. ilmunya kepake terus, multi manfaat ..

      Hapus
  5. tips covert selling alias soft selling ini lagi hits banget ya mbak. emang kalo kontennya story telling bakal lebih nyaman di baca sih ya

    BalasHapus
  6. Wah iya nihh penting banget punya skill covert selling biar ngga disemprit jg sama om Mark di Facebook. Hihi

    BalasHapus
  7. Berasa dapat kuliah marketing nih. Betul banhet dengan membuat orang jadi penasaran bisa mendongkrak penjualan

    BalasHapus
  8. Ilmunya keren banget. Selama ini tahunya soft dan hard. Ternyata ada yang namanya coverts selling ya

    BalasHapus
  9. Ilmu covert selling nih sangat perlu dipelajari oleh influencer dan bloger agar bisa meningkatkan brand awareness ketika sedang bekerja sama dengan klien.

    BalasHapus
  10. Keren banget. Aku jadi berasa ikutan juga ini. Makasih ya informasinya sangat bermanfaat sekali. Selama ini yang aku tau istilahnya hanya soft selling. Sama ya berarti dan Ternyata untuk menjual dengan convert selling ini banyak ya stepnya.

    BalasHapus
  11. MasyaAllah ini membantu banget mba, aku ada jualan craft ama fashion masih membangun, bermanfaat banget postingannya buat ku.

    BalasHapus
  12. Wah tipsnya ngebantu banget, bisa dipraktekkan juga dengan mudah. Hanya perlu konsistensi saja nih

    BalasHapus
  13. Waahh ma tap nih tipsnya. Sebagai bedaganh online tips ini akan saya praktekan. Saya izin save artikel ya kak

    BalasHapus
  14. Trnyata soft selling ada cara lbih halus lgi ya mba, cara ini cocok bgt ya dgn pake jasa endors

    BalasHapus
  15. Ilmu soft selling and hard selling perlu banget dikuasai oleh pegiat digital saat ini. Thanks for sharing kak

    BalasHapus
  16. content creator kyk kita penting bgt tahu teknik ini kak, kan bbrapa job bisa jdi minta begini,,

    ttp menjual tpi caranya main alus gituu

    BalasHapus
  17. wah kerenn, saya jadi punya ilmu baru nih kak. memang ya kalau hard selling itu terlalu mainstream banget dilakukan, jadi harus ada inovasi yang dilakukan untuk menarik pelanggan, salah satunya ya dengan menerapkan convert selling ini.

    BalasHapus

Posting Komentar