Asasunnajah header

Serunya Membuat Desain Grafis Menggunakan Aplikasi Canva

21 komentar



Membuat Desain Grafis Menggunakan Canva

 

Assalamu'alaikum dear, apa kabarnya hari ini. Semoga meski hari-hari diliputi cuaca mendung dan dingin, tapi semangat menjalani rutinitas tetap bersinar dan sehangat mentari. Baiklah kali ini aku akan cerita tentang serunya membuat desain grafis menggunakan canva. 

Btw, flash back masa lalu sebentar ya, dahulu kala sekitar tahun 2008 silam aku kepingin banget menguasai skill desain grafis. Kayaknya keren dan kita jadi bisa berkreasi grafis sesuka hati. Berangkat dari keinginan tersebut mendorongku mengikuti kursus komputer di sebuah lembaga kursus di kota kelahiran. Karna masih pemula tentu saja aku harus melewati program basic sebelum mencapai level desain grafis.

Namun sayangnya saat itu aku kurang begitu mahir mengunyah materi dari mentor, hingga akhirnya kuakhiri kursus sebelum tuntas materi. Berhenti dari kursus, rupanya tak memadamkan himmahku untuk bisa menguasai skill desain. Hingga mendorongku kembali mengambil kursus untuk yang ke-dua kalinya.

Lagi-lagi di tempat baru aku menerima materi sama yaitu program basic. Ya iyalah, wong masih pemula pastinya kudu menguasai program dasar dulu. Hanya saja disini aku merasa lebih nyaman, karna ternyata mentornya adalah teman semasa SMP. Colek mentorku, Retno Wulandari. Makasih atas segala ilmunya yang telah ditularkan ya. 

Alhamdulillah di tempat ini aku bisa mengenyam materi hingga program Corel. Walaupun belum sampai menguasai secara mahir lantaran daya tangkapku yang begitu cetek. Dan sampai program Corel inilah aku akhiri perjalanan kursusku.  

Bertahun-tahun lamanya tangan ini tak lagi bermain dengan Corel. Disamping tangan yang masih kaku juga faktor lain, namun keinginan untuk bisa memiliki skill desain masih tetap bersemayam. Hingga pada akhirnya sekitar tahun 2017 komunitas Book advisor mempertemukanku dengan training Canva.

Disinilah mimpi itu akhirnya bisa terwujud. Dengan satu aplikasi Canva akhirnya si tangan kaku bisa juga mewujudkan desain segala rupa. Alhamdulillah.


Fakta Dibalik Aplikasi Canva




Fakta Dibalik Aplikasi Canva



Suatu ketika saat stalking instagram, mataku terhenti pada sebuah postingan yang mengisahkan sukses story pembuat aplikasi Canva. Sayang sungguh sayang, aku lupa akun yang kukunjungi saat itu. Tapi pada intinya dibalik kepopuleran aplikasi desain sejuta ummat ini ada kisah herois hingga aplikasi Canva bisa diterima oleh dunia dan menjadi idola.

Dilansir dari https://www.canva.com/id_id/cerita/ perjalanan Canva dimulai pada tahun 2007 saat Melanie Perkins masih kuliah di University of Western Australia. Melanie mengajarkan mahasiswa di sana tentang cara menggunakan program seperti InDesign dan Photoshop — program yang sering dianggap sulit untuk dipelajari dan bahkan lebih sulit untuk digunakan.

Setelah mendapatkan ide alat online untuk membuat buku tahunan sekolah, Melanie dan mitra pendiri Canva, Cliff Obrecht, meminjam uang dan mempekerjakan tim teknologi hebat untuk membangun Fusion Books. Mereka tidak benar-benar tahu apa yang mereka lakukan, tetapi untungnya banyak yang mereka pelajari — seperti cara menjual, cara merekrut, dan cara membangun bisnis.

Fusion Books masih populer. Sekarang Fusion Books adalah penerbit buku tahunan sekolah terbesar di Australia dan telah merambah ke Prancis dan Selandia Baru. Melanie dan Cliff yakin teknologi mereka memiliki penerapan melebihi pasar buku tahunan, dan mereka tahu kalau mereka harus mengejar visi mereka.

Satu-satunya yang dibutuhkan Melanie dan Cliff adalah mitra pendiri teknologi yang fantastis. Mereka membutuhkan waktu cukup lama sebelum menemukan Cameron Adams, Karyawan Google ekstrem, yang pernah mengerjakan Wave dan beberapa proyek lainnya. Dia adalah seseorang yang memiliki visi dan budaya yang sama dengan mereka, dan dia sekarang menjadi Chief Product Officer Canva.

Canva memiliki tim hebat yang terdiri dari desainer, pengembang, seniman, pemasar, investor, dan penasihat. Mereka semua berasal dari tempat-tempat yang tak terduga, beberapa meninggalkan pekerjaan, beberapa meninggalkan startup mereka sendiri, dan beberapa bahkan mempersingkat waktu liburan keliling dunia untuk bergabung dengan tim.

Luar biasa ya guys, Canva telah mengajarkan pada kita bahwa di dunia ini tak ada kesuksesan yang diraih secara instan. Semua butuh proses dan akan indah pada masanya. So keep spirit buat kita. 


Mengapa Menggunakan Aplikasi Canva?




Mengapa menggunakan aplikasi canva




Suatu ketika aku mendapat pertanyaan setelah posting hasil desain di wa story, entah itu desain promosi dagangan atau sekedar edit photo dengan dibumbui sedikit quotes "itu desainnya pake apa mbak?"  Lalu kujawab aja, "pake aplikasi Canva." 

Rupanya masih ada juga yang belum mengenal aplikasi sejuta ummat ini. Yah daripada desain menggunakan aplikasi photoshop atau sodaranya, rasanya menggunakan Canva ini emang sangat mudah. Sekalipun oleh tangan-tangan yang masih kaku dalam dunia desain macam aku. Makanya beruntung banget ketemu aplikasi ini. Dan inilah salah satu alasan kenapa memilih Canva sebagai media tempur perdesainan.

Sebetulnya aku pernah juga mencoba aplikasi desain lain, namun karna beberapa keterbatasan aplikasi tersebut akhirnya aku uninstall aja. Saat menggunakan aplikasi Canva pada mulanya yang aku sentuh hanya template-template itu-itu saja yang memang sesuai kebutuhan, seperti template untuk story wa, story IG, IG feed, dll. 

Namun setelah mendapat materi dari coach Marita semakin kesini jadi makin berani utak atik yang lain. Ternyata masih belum banyak pilihan template yang kusentuh. Dan dari coach Marita pula aku juga jadi tahu keunggulan yang dimiliki oleh Canva, seperti :

1. Pilihan Template Beragam

2. Desain yang Pernah Dibuat Tersimpan Rapi

3. Bisa Kolaborasi dengan Teman

4. Tampilan Web Semakin User Friendly

5. Bisa Bikin Infografis dengan Custom Dimensions

6. Tersedia Tutorial via Video

7. Tersedia Banyak Pilihan Plans


Namun seperti biasa tak ada satupun yang sempurna di dunia ini, termasuk Canva pastinya juga ada kekurangannya. Seperti yang dipaparkan oleh coach Marita yang juga kurasakan diantara kekurangan aplikasi Canva yaitu :

1. Terlalu Mainstream

2. Aplikasi Android Menghabiskan Storage

3. Banyak Foto Bagus yang Terkunci

4. Harus Terkoneksi Internet


Terimakasih Canva



thankyou canva



Itulah ceritaku tentang aplikasi desain sejuta emak online. Terimakasih telah membantuku dalam membuat desain penunjang jualan online maupun desain banner blog. Sekarang terjawab sudah pertanyaan teman-teman tentang aplikasi desain yang kupakai.

Nah kalian yang hobi desain atau mau menjajal bikin desain ala kamu, cuss download aplikasinya atau bisa juga gunakan versi webnya dengan pilihan template yang lebih komplit. Kalau mau tutorialnya bisa juga intip disini ya.

Baiklah, nampaknya sekian dulu celotehku tentang serunya membuat desain grafis menggunakan aplikasi Canva. Nantikan cerita seru lainnya ya. See you. 

Wassalamu'alaikum wr.wb
Asasunnajah
Seorang ibu tiga anak yang sedang gemar belajar menulis dan berjualan online. _Salam silaturahim_

Related Posts

21 komentar

  1. Memang selalu ada cerita hebat dibalik hal hebat yah...

    Paling suka cerita soal invention, kadang takjub kok bisa mikir sejauh itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ya mbak, aku berasa lagi ngaca. hihi mau hebat kudu usaha kuat hihi

      Hapus
  2. Menarik sekali mbaak... Jadi lebih dimudahkan dengan adanya canva ini ya..ehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bunda, masya Allah sangat dimudahkan. pake photoshop malah belum bisa hihi

      Hapus
  3. Seru ya mba main-main dengan canva, menghibur sekaligus jadi kegiatan produktif

    BalasHapus
    Balasan
    1. seru banget. dikidikit jadi buka canva. hihi

      Hapus
  4. Wah sama nih, aku pake canva klo pas butuh selesaindalam waktu cepat. Klo misal tenggat masih lama, saya masih main corel sama photoshop.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku malah belum mahir pake corel, apalagi photoshop. hiks

      Hapus
  5. Waah baru tau sejarahnya canva mba, tapi membantu banget untukku yang cupu desain. Kalau main di corel lumayan ribet soalnya wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget, akupun cupuer soal design grafis.hihi

      Hapus
  6. cerita-cerita orang yang telah sukses selalu bikin aku tetap melangkah saat rasanya mau berhenti :')

    BalasHapus
  7. Baru tahu sejarahnya canva. Seperti kita yang sedang belajar untuk jadi blogger sukses. Nggak ada yang diraih secara instan.

    BalasHapus
  8. Baru tahu lho aku sejarah canva. Makasih lho mbak udah nulis ttg ini

    BalasHapus
  9. Sangat terbantu dengan adanya canva, bisa mendukung kerjaan dan ngonten pastinya hehee... btw desainnya simpel tapi lucu lucu Mba

    BalasHapus
  10. Canva tuh emang membantu banget untuk beginner 😂

    BalasHapus
  11. canva emang sih penyelamat siapa saja yang tidak punya modal seni desain, aku setuju dia juga menuh-menuhin storage aku beberapa kali selalu install uninstall hiks

    BalasHapus
  12. Canva ini helpful buat segala kondisi... Xixixi... Dan bikin ketagihan ngopreknya...

    BalasHapus
  13. semakin hari fitur canva tambah keren

    BalasHapus
  14. Waaah sampe cerita asal muasal Canvanya ada..
    Dan Melani nama cewek kan ya?? Aku jd ikut merasa bangga atas pencapaian tim mereka hingga Canva bs seterkenal seperti skrg..

    BalasHapus
  15. Aku yang ngga punya bakat desain juga mau bilang makasih ke Canva :)

    BalasHapus
  16. simple dan pas desainnya mba, kalau desain aku kayak keramean deh

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email