Asasunnajah header

Rahasia Kuat Hafalan Ala Imam Bukhari

10 komentar
Rahasia Kuat Hafalan Imam Bukhari

Adakah yang hari ini merasa kesulitan dalam menghafal? Menghafal al-qur'an, menghafal pelajaran atau menghafal apapun. Zuzur makin berumur aku pun merasa makin mudah lupa sesuatu, apalagi kalau tidak ditanam betul-betul dalam ingatan atau catatan. 

Diakui kegiatan menghafal al-qur'an sekarang ini memang lumayan menantang, apalagi didukung dengan merebaknya gadget. Fokus makin gampang terdistraksi oleh benda pipih persegi, kecuali kalau memang bener-bener komitmen untuk tidak berhubungan dengan benda pipih itu.

Bagi teman-teman yang saat ini dalam proses atau menjaga hafalan al-qur'an sebaiknya mari kita intip apa saja rahasia dibalik kuatnya hafalan sang imam.

Rahasia Kuat Hafalan Ala Imam Bukhari 

Ada yang belum tahu dengan ahli hadits ini? Baiklah sekalian kenalan sedikit dengan sosoknya biar makin akrab ya.
Nama lengkap Imam Al-Bukhari adalah Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari. Ia lahir di Bukhara, Uzbekistan, pada 21 Juli 810 M. Beliau adalah salah satu ahli hadits yang hafal 200.000 lebih hadits beserta ribuan perawinya. 

Memulai kiprahnya dalam bidang hadits sejak masih remaja. Salah satu maha karyanya adalah Kitab Sokhih Bukhori yang disusun selama 16 tahun. Dan hingga kini masih dijadikan rujukan terotentik oleh kaum sunni.

Tidak sedikit kitab yang mengisahkan tentang kuatnya hafalan beliau. Namun pada kesempatan kali ini saya tidak akan menuliskan kisah-kisahnya. 

Dirangkum dari berbagai sumber berikut adalah rahasia sang imam kuat dalam hafalan :

1. Kecintaannya Kepada Rasulullah

Seringkali Imam Bukhori mendapat pertanyaan dari beberapa sahabatnya tentang rahasia dibalik kuatnya hafalan. Beliau hanya mengatakan “bahwa hafalan yang kuat ini tiada lain karena kecintaanku kepada hadist Nabi Muhammad SAW, sehingga ketika aku mendengarnya aku langsung hafal” kata Imam Bukhari.

Pepatah arab mengatakan, 
"Barang siapa mencintai sesuatu maka ia akan banyak menyebut-nyebutnya."

Pelajaran moralnya adalah siapa yang ingin kuat dalam menghafal al-qur'an, hadits, atau ilmu pengetahuan maka mulailah dengan rasa cinta. 

Jika sudah cinta maka akan mudah terngiang-ngiang dan apapun akan diperjuangkan. 

Setuju?! 

2.Terjaga dari barang haram

Dalam berbagai referensi dikisahkan bahwa orang tua Imam Bukhori merupakan sosok yang wara'. Orang tua beliau sangat berhati-hati dalam mendidik keluarganya, sehingga tidak ada satupun yang masuk kedalam perut kecuali yang halal. 

Semenjak kecil bahkan sebelum lahir seperti itulah didikan keluarga yang begitu menjaga diri dari yang haram maupun yang tidak jelas (syubhat).

Oleh karena itu, penting sekali untuk menjaga diri dengan hanya mengkonsumsi makanan yang halal dan toyib. Mengingat saat ini banyak sekali makanan yang aneh-aneh.

3. Dawamul Wudlu (Melanggengkan Wudlu)

Wudlu selain sebagai salah satu syarat sah shalat dan beberapa ibadah lain memiliki banyak keutamaan. Banyak sekali hadits yang menyebutkan tentang keutamaan wudlu. Bahkan dikabarkan oleh Rasulullah, dengan berwudlu kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh anggota wudlu akan berguguran.

Diantara keuatamaan menjaga wudlu adalah ia akan dijaga dan didoakan oleh malaikat.

“Siapa saja yang bermalam dengan keadaan suci dalam syiar yang suci, maka satu malaikat bermalam bersamanya dalam syiar tersebut. Dan tidaklah dia terbangun satu saat pun di waktu malam kecuali malaikat tadi berdoa: Ya Allah, ampunilah hamba-Mu, fulan. Sebab, ia tidur dalam keadan suci” (HR. Ibnu Hibban).

Wudlu adalah aktifitas yang ringan namun seringkali rasa malas membuat aktifitas ini terasa begitu berat. So mari kita hempas rasa malas untuk dawamul wudlu.

5. Shalat Sunnah Dua Rokaat

Rahasia dibalik kuatnya hafalan beliau berikutnya adalah tidak alpa melakukan shalat sunnah dua rekaat setiap akan menuliskan hadits.

Seperti dikenang salah seorang muridnya, al-Firbari, Imam Bukhari suatu ketika berkata mengenai mula-mula penulisan karya pamuncaknya itu, “Saya menyusun kitab al-Jami’ as-Shahih ini di Masjid al-Haram, Makkah. Dan saya tidak mencantumkan sebuah hadits pun kecuali sesudah shalat istikharah dua rakaat, memohon pertolongan kepada Allah, dan sesudah meyakini betul bahwa hadis itu benar-benar sahih.”

Sekuat apapun ikhtiar yang manusia lakukan, bagaimanapun juga Allah adalah sebaik-baik pemberi keputusan. Jika ikhtiar terbaik telah dipersembahkan maka jika masih merasa kesulitan kembalikan saja pada Dzat yang Maha Memudahkan segala.

***

Nah teman-teman itulah rahasia kuat hafalan Imam Bukhori selain ketekunan dan kehati-hatiannya yang luar biasa. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi, solusi sekaligus pelecut kita agar tidak mudah patah semangat dalam menghafal maupun membimbing anak-anak menghafal.


Asasunnajah
Seorang ibu tiga anak yang sedang gemar belajar menulis dan berjualan online. _Salam silaturahim_

Related Posts

10 komentar

  1. Pantesan makin ke sini kalau belajar masalah hafalan agak susah, ternyata banyak hal-hal yang yang ke skip. Terima kasih Mbak Nafis untuk artikelnya, semoga jadi motivasi untuk memperbaiki langkah-langkah dalam menghafal, khususnya menghafal Qur'an

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama pak yonal, selfreminder juga ini.
      Amin ya Allah semoga dimudahkan ya ..

      Hapus
  2. Umur emang nggak bo'ong, daya ingat makin melemah. Tapi selain daya ingat yang melemah, ternyata ada beberapa poin yang belum dijalanin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener mbak desi, mari kita hidupkan lagi poin poin yang lama keskip. hehe

      Hapus
  3. Makasih bu Nafis... Artikelnya bener2 ngena di aku. Semoga kita selalu diberi nikmat sehat ya biar makin lancar hafalannya....

    BalasHapus
  4. Wah bagus nih, aku juga sudah melambat ini daya hafalnya. Kayaknya karena benda pipih juga.

    BalasHapus
  5. Point pertama yang benar" harus aku ingat.. Karena cinta, walaupun itu hal berat apupun jika sudah cinta maka akan menjadi ringan.. Begitu pun dengan menghafal.. Kadang kita sudah minder duluan kok gak hafal", sepertinya kecintaanku itu masih kurang.. Makasih mba remindernya..

    BalasHapus
  6. Ah iya reminder sekali. Padahal orang dulu itu hidup lebih lama dan ingatannya masih tajam ya. Beda dengan skg yg mudah lupa, menghafal sulit. Harus bnyak instropeksi nih apa yg masih kurang. Apa kecintaannya alias keseriusannya, atau banyak kedistrak hal lain :'( huhu

    BalasHapus
  7. Ijin SAVE ya mba, terima kasih udah menuliskan tentang ini, bikin semangat orang tua jadinya

    BalasHapus
  8. Aku merasa hafalannya bukannya nambah malah berkurang mba :")
    Kadang juga susah konsisten buat menghafal, ngumpulin niatnya dan sekalinya berhenti ya lupa lagi

    BalasHapus

Posting Komentar