Asasunnajah header

Mengubah Candu Gadget Menjadi Candu Baca

10 komentar

Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak

Beberapa hari yang lalu sempat survei tipis-tipis di akun instagram tentang minat membahas ulasan ini. Diantara secuil pemirsa ternyata responnya 50%:50%. Meski demikian aku akan tetap berusaha untuk menyajikan lagi apa yang telah aku dapat tentang cara mengubah kecanduan gadget menjadi kecanduan membaca buku hasil sharing di grup juga sharing di zoominar yang aku ikuti. 

Ketika Si Dua Tahun Kecanduan Gadget

Sedih nggak sih bund ketika ada anak dua tahun sudah kecanduan gadget? Sedih banget pastinya kan, apalagi jika ini terjadi pada anak-anak kita. Walaupun mungkin anak-anak sudah mendapat screen time semoga saja tidak sampai kecanduan.

Sedikit cerita diambil dari kisah nyata dalam sebuah sharing di grup whatsapp semoga bisa diambil hikmahnya. Alkisah si dua tahun sebelumnya tidak mengenal gadget, namun orang tua mulai memberikan supaya si dua tahun mau anteng di tempat umum, atau supaya mau makan karna ia sedang susah makan. Berawal dari perkenalan ini lama-lama gadget berhasil membuat si dua tahun ketagihan.

Hingga ia tak mau berhenti nonton y*ut*b, tidurnya makin larut, bahkan sampai tantrum ketika tidak diberi. Dampak lainnya yang bener-bener nyata, si dua tahun tidur jadi nggak nyenyak, tiba-tiba suka terbangun dan nangis malam-malam. 

Bener-bener meresahkan ya bund...
Selain menghabiskan kuota, penggunaan gadget pada anak dibawah umur memiliki dampak buruk di beberapa aspek:
  • Psikologi
Masalah yang akan ditemui pada anak berupa minat bakat anak yang kurang, kemampuan kognitif, bahkan kepribadian.
  • Perilaku
Masalah ini banyak ditemui seperti tantrum, kecanduan game, dll
  • Fisik
Dampak fisik bisa ditemui pada kerusakan mata, gangguan pertumbuhan seperti kurang gizi atau justru obesitas.
  • Perkembangan
Pada perkembangan, masalah yang timbul berupa speech delay, mutuisme. Dimana hanya dengan komitmen orang tualah masalah ini bisa diseleseikan.
  • Sosial
Yang paling mudah dideteksi dari masalah ini adalah kurangnya bersosialisasi yang membuat anak kurang percaya diri, mudah menyakiti anak lain akibat konten gadget yang ditonton tanpa adanya pendampingan.

Jika sudah terlanjur lalu bagaimana langkah awal pencegahannya?

Anak bisa sampai kecanduan bukanlah salah si anak atau salah si gadget. Tapi orang tualah yang salah telah mengenalkannya terlalu dini. 
Mohon maaf ya bund, ini lagi ngomong sama diri sendiri. Tapi emang bener, nggak mungkin kan anak bayi bisa ujug-ujug buka-buka gadget sendiri, terus pilih-pilih aplikasi atau tontonan sendiri kalau nggak ada guidenya. Ya sudahlah, akui saja kalau kita emang salah. 

Tapi mengakui kesalahan aja belum cukup bund. Langkah berikutnya sebagai penebus kesalahan adalah minta maaflah pada anak sekaligus mohon ampun sama pemilik anak atas kelalaian dalam menjaga amanah. Karna memang sejatinya anak adalah titipan Allah yang harus kita jaga dan rawat agar tumbuh dan berkembang sesuai dengan fitrahnya.

Mbahas minta  maaf aku jadi teringat tentang hypnoparenting. Agaknya acara minta maaf ke anak bisa dijadikan kegiatan rutin jelang tidur, sejalan dengan theory hypnoparenting. Agar saat telah lelap, anak-anak bisa tidur tanpa membawa beban emosional selama seharian. Sehingga esoknya, ia bangun dengan bahagia berhias senyuman. Indah nian bukan?

Selanjutnya usaha yang bisa dilakukan untuk menyapih anak dari gadget dirangkum dari berbagai sumber mudah-mudahan bisa membantu :
  • Buat kesepakatan dengan seluruh anggota rumah. 
Penting banget untuk membuat kesepakatan tentang perkara menjauhkan anak dari gadget. Sebaiknya diskusikan bareng pasangan maupun anak tentang apa yang harus dilakukan untuk mengalihkan. Pengalaman mengajarkan ketika tidak ada kesepakatan maka tipis sekali untuk mencapai keberhasilan. Sebab biasanya akan terjadi bertepuk sebelah tangan antar pasangan. Misal si Bapak sudah keukeuh nggak ngasih, eh pada saat yang bersamaan si Ibu ngasih. Kan nggak sinkron ya bund. Maka disinilah pentingnya sebuah kesepakatan.
  • Siapkan stok sabar
Bersiaplah untuk nytok sabar sebanyak-banyaknya saat harus berhadapan dengan anak yang tantrum ya bund. Tetaplah untuk konsisten tidak memberikan gadget, sebab sekali nyerah bakal dijadikan senjata anak-anak. Bertahan dan peluklah anak dengan kasih sayang.
  • Sediakan aneka pengalihan
Kalau boleh ngabsen, ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan bersama anak-anak di rumah untuk mengalihkan anak dari gadget lho. Bermain di halaman, mewarnai, membacakan buku, memasak menu kesukaan bersama, membuat craft, dan aneka kegiatan yang anak-anak suka. Tinggal luangkan waktu, kuatkan kemauan dan lakukan sepenuh hati.
  • Jadilah Teladan
Jadilah teladan bagi anak-anak di rumah. Ketika ingin anak jauh dari gadget maka jangan memegang gadget di depan anak. Ketika ingin anak suka membaca, suka mengaji, melakukan hal-hal yang baik maka lakukanlah di depan anak-anak , mereka akan meniru dengan sendirinya. 
  • Apresiasi
Jangan pelit untuk selalu mengapresiasi perkembangan atau kebaikan-kebaikan kecil yang dilakukan oleh anak. Dengan apresiasi anak akan merasa berharga.

Bagaimana Menumbuhkan Kecintaan Membaca Pada Anak?

Setelah berhasil menyapih anak dari gadget, maka jangan biarkan masa emas anak-anak berlalu dengan sia-sia. Sampai-sampai ada banyak kalimat bijak tentang masa golden age anak. 
Masa emas anak lebih baik dibayar cash diawal
Dalam zoominar tentang Mendidik Anak Cinta Membaca di Zaman Internet dikatakan bahwa ada tiga rumus mendidik anak, yaitu :
  • Kelekatan emosi.
Kata lekat dengan dekat ternyata tidak sama ya bund. Kalau dekat itu secara fisik sedangkan lekat lebih ke psikis. Secara fisik bisa jadi tiap hari kita dekat dengan anak-anak, tapi belum tentu lekat secara emosional. Adapun kelekatan emosi/bonding ini bisa dilakukan lewat sentuhan atau kegiatan.
  • Komunikasi.
Komunikasi itu dua arah bisa dilakukan dengan diskusi atau bercerita. 
  • Konsistensi.
Adanya aturan dan batasan yang tegas, perlu teladan dan konsekuensi jika melanggar.

Membacakan buku adalah salah satu kegiatan yang bisa menjadi media melekatkan bonding antara orang tua dan anak, disamping manfaat lainnya seperti :
  1. Meningkatkan kinerja otak
  2. Melatih fokus dan konsentrasi
  3. Membangun keterampilan mendengar
  4. Mengenalkan emosi dan ekspresi
  5. Memberikan informasi tentang dunia sekitar
  6. Menumbuhkan keimanan, kebiasaan membaca, dan kecintaan pada ilmu pengetahuan.
Lalu bagaimana menumbuhkan kecintaan membaca pada anak? 
Berikut ini tips menumbuhkan kecintaan membaca pada anak hasil zoominar :
  • Teladan dari orang tua
  • Dorong anak untuk suka
  • Kenalkan manfaat membaca ke anak
  • Biarkan anak mengerti
  • Jangan bebani anak
  • Berikan apresiasi
  • Read aloud
  • Fokus jangan disambi-sambi
  • Sediakan buku diseluruh sudut rumah

Kesimpulan

Btw, lumayan juga ulasan kali ini ya. Lama-lama setelah diangen-angen sebenernya tulisan ini sedang menchallenge diri sendiri untuk jaga jarak dengan gadget. Teringat dawuhnya Gus Baha yang intinya, 
Ketika kita ingin mengetahui keadaan anak, maka tengoklah keadaan diri sendiri.

Jadi semakin jelas ya bund, ketika anak-anak lekat dengan gadget, maka tengoklah orang tuanya. So ya sudahlah, mari kita akhiri candu gadget dengan mematikannya untuk sementara waktu sampai anak-anak bisa dikondisikan kembali. Dan kita awali mimpi mengubah candu gadget menjadi candu membaca dengan kegiatan membacakan buku.

Yuk bisa yuuk. 

Asasunnajah
Seorang ibu tiga anak yang sedang gemar belajar menulis dan berjualan online. _Salam silaturahim_

Related Posts

10 komentar


  1. Dimasa pandemi ini memang anak terbiasa dirumah saja dan bermain hape apalagi bila sudah SMP dimana segala materi dan tugas semua terkumpul di hape. Stok sabar memang harus di perluas agar anak-anak tidak kecanduan main game karena saat di luar daring biasanya bermain game

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup tantangan ibu milenial untuk bisa mengendalikan penggunaan gadget.

      Hapus
  2. Alhamdulillah anak2 tidak sampai kecanduan gadget. Kami membolehkan tapi ada kesepakatan waktu yg harus dipatuhi. Selain itu buku ada di mana2. Jadi aman. Yg susah tuh klo ada temannya yg datang bawa hp ke rumah. Harus pake strategi lagi 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya seneng dengernya, kayaknya emang susah untuk sama sekali tidak terpapar. Yang penting selalu dalam pengawasan ya bund.

      Hapus
  3. Inget banget anak ku yang pertama pernah juga tuh kecanduan gadget. Sedih dan cukup sulit memang normalinnya lagi. Tapi alhamdulillah sekarang udah nggak lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mbak, terus semangat berjuang ..semoga mbak rina sekeluarga sehat selalu ..

      Hapus
  4. Hihi iya emang, mau lihat anak kecil suka gadget apa tidak bisa waalaikumsalam. Anakku dulu sempat kecanduan parah, alhamdulillah sekarang ga lagi.

    BalasHapus
  5. wah tertohok jjika ingin tahu kondisi anak tengok dululah kitanya huhuhuu oke, emang iya sih aku pun selama ini emang kudu wajib baca bulu agar anak2 tahu bahw amembaca aktvitas yg bund ajuga lakukan. tapi u ntuk gadget duh aku pun paling kolot bab ini. aku harap kita menyadari bahwa gadget ini berbahaya atas alasan apapun

    BalasHapus
  6. Makasih mba Ulfa udah diingatkan, sebagai latihan kalau punya anak nanti nih bekal wawasannya mantep banget. Semangat kita.

    BalasHapus
  7. Siaap aku setuju bangett. Candu baca haruss digalakkan, biar ngga malu indonesia tingkat literasinya rendahh hehe.
    Tapi aku percaya kok masih banyaaak anak2 yg doyan dan demen bacaa even itu lewat gadget :))

    BalasHapus

Posting Komentar